Empat Skenario Yang Ironis

Empat Skenario Yang Ironis

pilih skenario anda 4 skenario, four option

Skenario 1

Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut.

Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki.
Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.
Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.
“Pak, handphone bapak barusan jatuh nih,” kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.


Skenario 2

Sekarang kita beralih kepada skenario kedua.
Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.
Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita.

Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.
Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata, “Pak, handphone bapak barusan jatuh nih.”

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut.
Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita).
Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.


Skenario 3

Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.
Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta.
Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita.

Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita.
“Halo, selamat siang, Pak. Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang,” kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.

Orang yang menemukan handphone kita berkata, “Oh, ini handphone bapak ya.
Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya.”
Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui “orang baik” tersebut.
Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.

Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?

Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan?
Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.


Skenario 4

Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat.
Sampai akhirnya kita tiba di rumah.

Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :
“Bapak / Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya. Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. ”

SMS pun dikirim dan tidak ada balasan.

Kita sudah putus asa.
Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita.
Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya.

Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.

Bagaimana kira-kira perasaan kita?

Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu.
Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.

Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?

Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).

Moral

Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?

Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya.
Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita. Kita berikan dia ucapan terima kasih.

Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta. Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.

Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta.
Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.

Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita.
Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.

Ada sebuah hal yang aneh di sini.

Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik?
Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?

Dia adalah orang pada skenario pertama.
Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.

Manakah orang yang paling tidak baik?

Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu.
Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.

Apa yang sebenarnya terjadi di sini?

Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.

OK, kenapa bisa begitu?

Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario.

Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.

Pada skenario kedua, kita juga belum merasakan kehilangan karena saat itu kita belum sadar, tetapi kita membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.

Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.

Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.
Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.

Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.

Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?

Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.

Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita.
Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.
Saat itulah, kita baru dapat  mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.

Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?
Sebaiknya tidak.

Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada.
Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.

Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.
Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.
Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.
Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.

“Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita”
~ Efesus 5:20 ~

~ Indahnya Berbagi Bersama Richwei ~

Kisah Seorang Kakek, Cucu Dan Seekor Keledai

grandfather grandson and a donkey, seorang kakek cucu dan seekor keledai

Di sebuah desa, terdapat seorang Kakek dan Cucu dengan membawa seekor Keledai, merela mau pergi ke desa seberang.

Nah selama diperjalanan, mereka bertemu beberapa orang yang mengatakan mereka:
“Kok ke dua orang ini bodoh sekali ya, ada Keledai tidak dinaiki, untuk apa di bawa-bawa keluar desa!”
Nah, si Kakek dan si Cucu berpikir, bener juga ya kata orang-orang tadi, jadi mereka akhirnya menunggangi Keledai itu bersama-sama, dan melanjutkan perjalanan mereka.

Tidak lama setelah melanjutkan perjalanan mereka, kira-kira baru puluhan langkah, bertemu dengan beberapa orang lain yang berkata:
“Kenapa ke dua orang ini tidak berperasaan banget ya…. seekor Keledai dinaiki 2 orang, bener-bener tidak berperasaan ya.. ”
Nah, si Kakek dan Cucu berpikir lagi, …..mmh bener juga kata mereka, kok kita tega ya…
Kemudian Kakek berkata : Ya sudah, Kakek turun, kamu yang tunggangi Keledainya saja…
Kakek jalan saja… Lalu mereka melanjutikan perjalanan mereka..

Kira-kira baru 100 langkah berjalan, mereka bertemu beberapa orang lagi yang berkata:
“Lha itu Cucu bener-bener tidak berbakti ya, masa Si Cucu enak-enak menunggangi Keledai, tapi membiarkan Kakeknya berjalan saja… bener-bener anak tidak berbakti..”
Si Cucu berpikir bener juga ya… Lalu Si Cucu turun dan menyuruh Si Kakek sekarang yang naik menunggangi itu Keledai.

Lalu mereka melanjutkan lagi perjalanan….

Nah, tidak jauh setelah mereka melanjutkan perjalanan mereka…
Mereka bertemu lagi orang lain yang berkata “Itu Kakek gimana sih, kayaknya tidak sayang sama Cucunya, masa Cucunya disuruh berjalan, sedangkan si Kakek enak-enak duduk menunggangi Keledai, tidak kasihan apa sama Cucunya, dimana-mana jadi orang tua pasti akan mendahulukan anak / Cucunya..
Ini Kakek pasti tidak berperasaan dan tidak menyayangi Cucunya”

Ya, Si Kakek berpikir lagi, waduh masa saya dibilang begitu!!!!
Akhirnya si Kakek dan si Cucu jadi pusing…
Serba salah, ini salah, itu salah…

So, inti dari cerita diatas apa!!!
Cerita diatas mengingatkan kepada kita, sebenarnya kita tidak usah terlalu menghiraukan apa omongan orang lain terhadap setiap tindak-tanduk kita.
Jika menurut kita benar, ya lakukan saja !!.

Setiap apa yang kita ucapkan, kita lakukan, dan kita putuskan, pasti ada yang Pro dan Kontra.
Kalau terlalu banyak pertimbangan, apapun tidak akan bisa kita kerjakan dan putuskan.

So, remember.. Just Do It, If you think it’s right.

~ Indahnya Berbagi Bersama Richwei ~

Buat Hari-hari Anda Berharga

Sebuah hikayat kuno yang dituliskan seorang Sufi, mencertitakan tentang seorang anak muda kaya raya, dan sangat cekatan didalam menghasilkan uang. Yang bekerja keras mengumpulkan kekayaan.
Dengan berjalannya waktu, tanpa disadarinya ia sudah menjadi tua dan kekayaannya sangatlah banyak.
Saat semakin tua, ia berhenti sejenak dari kesibukannya untuk memutuskan apa lagi yang harus dikerjakannya, dan tepat saat itu, Ajal telah datang menjemputnya. Sebelum sempat ia menemukan jawaban.

Dia mencoba melakukan tawar menawar dengan kematian, ia menawarkan satu juta dinar agar bisa hidup setahun lagi. Sang Ajal berdiam diri.
Melihat Ajal tidak menjawab, ia pun berpikir mungkin terlalu sedikit harta yang ditawarkannya, maka ia pun menaikkan tawarannya, katanya “kalau begitu 10 juta dinar, orang itu memohon”.

Ajal mengatakan tidak. Orang kaya tersebut tidak menyerah ia merangkak dan memohon, serta menawarkan 1/2 dari kekayaannya untuk bisa hidup 1 bulan saja, tetapi Ajal tidak mengenal kata ampun.
Akhirnya, orang itu menawarkan seluruh kekayaannnya untuk tambahan waktu sesaat saja.

Ajalpun setuju dan orang itu menuliskan pesan, bersamaan dengan embusan nafas terakhirnya, sebuah pesan kemanusiaan: “Berhati-hatilah dengan waktumu. Aku tidak bisa membeli satu jam saja untuk hidup dengan membayar ratusan juta dinar.”

Apakah Anda menghargai setiap jam kehidupan Anda?

Apa yang Anda lakukan hari-hari ini, apakah Anda merasa malas untuk bangun di pagi hari, saat jam beker Anda berbunyi, Anda mematikan dan berpikir “Adu tolong, semoga ini bukan waktu untuk bangun. Saya tidak mau harus pergi melakukan pekerjaan itu.”

happy life, kebahagiaan hidup buat hari anda berharga

Apa yang Anda inginkan ?
Pernahkah Anda memikirkan apa yang membuat Anda bahagia ?
Carilah pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan Anda, dan yang dapat membuat Anda bahagia.

Karena setiap orang selalu diberikan satu lembar kehidupan yang baru (lembaran kosong berwarna putih bersih) setiap harinya.
Dan Anda telah memiliki pena kehidupan itu, tinggal apa yang ingin Anda tulis atau gambarkan dalam lebaran putih tersebut, apakah sesuatu yang membuat Anda bahagia atau yang akan membuat Anda depresi ?

Kebahagiaan hidup ada dalam upaya kita mengejar kebahagiaan.

Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
~ Yakobus 4:14 ~

~ Indahnya Berbagi Bersama Richwei ~

BEASISWA Pemerintah JEPANG 2013

BEASISWA PEMERINTAH JEPANG (MONBUKAGAKUSHO) TAHUN 2013 UNTUK LULUSAN SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS (SLTA)

kedutaan besar jepang, beasiswa


1.

Kedutaan Besar Jepang menawarkan Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) kepada siswa-siswi Indonesia lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas (S-1), College of Technology (D-3) atau Professional Training College (D-2) di Jepang mulai tahun akademik 2013 (April 2013). Pelamar hanya bisa mendaftar 1 (satu) program dari S-1, D-3, atau D-2.


Syarat-syarat pelamar sebagai berikut:

(1)

Lahir antara tanggal 2 April 1991 dan tanggal 1 April 1996.

(2)

Nilai rata-rata ijazah atau rapor kelas 3 semester/cawu terakhir minimal:
8,4 untuk program S-1
8,0 untuk program D-3
8,0 untuk program D-2
*Jika pada saat penutupan (15 Juni 2012) nilai ijazah asli belum bisa dikeluarkan, maka nilai ijazah sementara dari Kepala Sekolah bisa diterima.

(3)

Pelamar harus lulus dari SLTA, atau akan lulus maksimal 31 Maret 2013

2.

Formulir bisa didownload dari website Kedutaan Jepang
http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_slta.html

3.

Formulir yang sudah diisi bisa diantar atau dikirimkan ke Kedutaan Besar Jepang atau Konsulat Jenderal Jepang, lengkap dengan fotokopi rapor, ijazah, dan nilai ijazah sampai tanggal 15 Juni 2012.


Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Kedutaan Besar Jepang (Bagian Pendidikan: 021-3192-4308 Ext. 175, 176)

~ Indahnya Berbagi ~

Philosophy Truk Sampah

HUKUM TRUK SAMPAH !

Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba – tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam – dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan mulai menjerit ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum dan melambai pada orang orang tersebut.
Saya benar – benar heran dengan sikapnya yang bersahabat.
Maka saya bertanya, “Mengapa anda melakukannya ? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!”
Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut “Hukum Truk Sampah”.

filosofi truk sampah, garbage truck philosophy

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah.
Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, dan kekecewaan.
Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada anda.
Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.
Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari – hari mereka dengan merusak suasana hati.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka : Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.
Hidup itu 10 % mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90 % tentang bagaimana kamu menghadapinya.
Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.

“Don’t be encumbered by history, just go out and do something wonderfull”
(Robert Noyce)

Jangan terbelenggu oleh masa lalu, keluarlah dan lakukan sesuatu yang menyenangkan.

Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai.
 
Saya belajar,     
bahwa butuh bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya.
 
Saya belajar,
bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian kepada saya.

Saya belajar,
bahwa sebaik-baik pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya dan untuk itu saya harus memaafkannya.

Saya belajar,
bahwa saya harus belajar memaafkan diri sendiri dan orang lain……..
,klo tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus…..

Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat merubah orang yang saya sayangi, tapi semua itu bergantung pada diri mereka sendiri…..

Saya belajar,
bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab atas apa yang telah saya lakukan…..

Saya belajar,
bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda…..
 
Saya belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting siapa saya ini sebenarnya…

Saya belajar,
bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati……..
 
Saya belajar,
bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya….

Saya belajar,
bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis….

Saya belajar,
bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik…
 
Saya belajar,
bahwa persahabatan sejati tumbuh walaupun dipisahkan oleh jarak yang jauh…
Dan beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati….
 
Selamat belajar,
Love doesn’t make the world go around
Love is what makes the ride worth while.

~ Indahnya Berbagi Bersama Richwei ~


Recommended to Buy

World Prayer Assembly – WPA 2012

WPA – World Prayer Assembly 2012

“The New Wave Is Coming”

Apa itu WPA?

WPA – word prayer assembly 2012 akan menjadi sebuah “Gelombang Baru” untek menghubungkan & memperkuat gerakan misi & doa sedunia secara strategis dimana ada 5000-6000 pemimpin Kristen dari 220 negara bergabung didalam kesatuan doa untuk menghadirkan kerajaan Allah di muka bumi.
Yang melibatkan 3 generasi: anak-anak, remaja, dan dewasa.

“Globalizing Prayer, Transforming Our World” merupakan tujuan WPA yang pertama & baru sekali diadakan di Seoul, Korea pada 1984.
Hasilnya, lahirlah kegerakan kelompok sel, revival doa hingga ke seluruh dunia. Bahkan segi perekonomian Korea pun diberkati.
Setelah 27 tahun menanti, akhirnya Tuhan menjawab doa mereka. Dari kelima kandidat besar, INDONESIA terpilih sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan WPA – Word Prayer Assembly 2012.

world prayer assembly - wpa 2012 wpa - world prayer assembly 2012

WPA ini melibatkan 220 negara, jutaan orang diseluruh dunia, 8500 peserta (2500 internasional, 6000 nasional), 110.000 pendoa, 371 kota di INDONESIA, ribuan kota di DUNIA yang berlangsung dari tgl 14-18 Mei 2012, yg berpusat di Sentul Internasional Convention Center (SICC) & Stadion Utama Gelora Bung Karno, JAKARTA.

Puncak acara diselenggarakan di Stadion GBK (Gelora Bung Karno) pada tanggal 17 Mei 2012 serempak digelar di 371 KOTA di INDONESIA. Seluruh kota akan dihubungkan melalui televisi dgn para peserta di GBK, sehingga semuanya akan menjadi suatu konser doa terpadu yang diikuti oleh lebih dari 2juta orang diseluruh tanah air.
Acara ini juga serentak akan dipancarkan melalui satelit dan internet video streaming ke seluruh dunia.

Let’s JOIN!!
–17 Mei 2012– FREE!

JAKARTA:
Pkl 16.30
@Stadion Utama Gelora Bung Karno

BANDUNG
Pkl 17.00
@Sabuga, ITB

SURABAYA
Pkl. 17.00
@JX International (Jatim Expo Jl. Ahmad Yani)

dan 368 kota di INDONESIA

English Version:

Indonesia Version:

Berita WPA juga dapat Anda lihat di

Antara News
Bisnis Indonesia
Malang Post
Media Indonesia
Pewarta Indonesia

Also Visit:
www.wpa2012.org

Panitia WPA 2012

~ Indahnya Berbagi ~

Berimajinasi Dengan Kata-Kata

BERMAIN pura-pura atau pretend play, permainan imajinatif yang biasa dilakukan anak berusia 3–5 tahun. Semua peran sah-sah saja dimainkan.

Sekilas, bermain peran purapura itu tampak aneh bagi orang dewasa. Permainan tersebut adalah kegiatan yang wajar bahkan penuh manfaat bagi anak.
Memasuki tahun kedua usianya, anak mulai dapat mengombinasikan beberapa kata. Dia mulai memahami kalimat-kalimat sederhana.
Si kecil pun mulai asyik meniru perilaku orang-orang dewasa di sekitarnya dengan cara bermain.

Anak-anak sering kali terlihat sangat serius dalam bermain pura-pura. Satu set peralatan minum teh bisa menjadi tempat untuk menjamu teman- teman imajinasinya.
Menurut Psikolog Dr Sandra Shiner,bermain pura-pura adalah bagian dari perkembangan anak yang sehat.

imagination einstein imagination

Permainan jenis ini, lanjutnya, adalah salah satu akar dari jiwa seseorang. “Salah satu karakter manusia adalah kemampuan untuk berfantasi yaitu kemampuan untuk menarik atau mengubah dunia nyata pada dunia lain yang mungkin lebih menakutkan atau menyenangkan,” ujar Shiner.

Orangtua seharusnya mendukung permainan yang dilakukan anak-anak karena pemikir kreatif dimulai dari kemampuan untuk berimajinasi tentang ide sebelum melakukannya dalam dunia nyata. Ketika si kecil melihat bagaimana ibu menyuapinya, dia pun meniru dengan cara menyuapi bonekanya.
Ketika melihat ayah ke kantor,dokter memeriksa pasien, guru mengajar, ibu memasak, dengan bebas anak-anak meniru dalam bentuk sebuah permainan.

Shiner menambahkan bahwa orangtua dapat belajar mengenai dirinya dengan mengikuti permainan imajinasi yang dilakukan anak-anaknya. “Jika orangtua ingin mengetahui pandangan anak mengenai Anda, maka dengarkan bagaimana anak Anda berbicara dengan bonekanya. Sering kali Anda dapat mendengar bagaimana ia menyerupai tingkah orangtua saat ia bersama mainannya,” ungkap Shiner.

Penelitian yang dilakukan Kathleen Kirby dari Amerika Serikat, menemukan bahwa anak-anak antara usia dua hingga empat tahun melewatkan 45%–50% waktu luang mereka untuk bermain pura-pura. Studi tersebut dilakukan Kirby terhadap anak-anak di beberapa tempat penitipan anak.
“Hampir dua kali lipat banyaknya dari waktu yang mereka lakukan untuk kegiatan lain,”ujar Kirby.

Ketika bermain purapura, si kecil biasanya menggunakan imajinasi dan kata-kata untuk menggantikan objek atau situasi sesungguhnya. Imajinasi anak dapat mengubah benda maupun orang-orang yang terlibat dalam permainannya.
Misalnya, tongkat dalam alam pikiran anak bisa saja tetap menjadi tongkat, namun juga dapat menjadi alat pancing atau sapu terbang. Semakin bertambahnya usia anak, permainan pura-pura semakin canggih dan kompleks.

Awalnya, si kecil hanya meniru menyuapi boneka beruangnya. Dengan semakin meningkat kemampuannya berimajinasi, ia akan memanfaatkan berbagai benda yang ditemuinya untuk membantu memainkan sebuah lakon tertentu dalam satu rentang waktu. Kegiatan bermain pura-pura akan mereda ketika si kecil memasuki usia sekolah. Saat itu anak mulai menggunakan rasionya.(ririn sjafriani)

Sources: Seputar-Indonesia.com

~ Indahnya Berbagi ~

Rahasia Perkawinan Yang Bahagia

Pesta pernikahan berlangsung megah. Setiap pasang mata yang memandang setuju bahwa mereka sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “Sayang, aku baru membaca sebuah artikel tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan“.

“Masing-masing kita akan mencatat, saya mencatat hal-hal yang tidak saya sukai pada pribadimu, dan kamu mencatat hal-hal apa pada pribadiku yang tidak kamu sukai.
Kemudian kita bahas bagaimana cara merubah hal-hal tersebut supaya hidup pernikahan kita menjadi lebih bahagia.”

rahasia perkawinan yang bahagia, secret of happy married life

Suaminya setuju. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak masing-masing.

Keesokan paginya saat sarapan, “Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri.
Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman.
Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak disukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir.

“Maaf, apakah aku harus berhenti?” tanyanya.
“Oh tidak, lanjutkan.” jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar dan berkata dengan bahagia.

“Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu”.

Dengan suara perlahan suaminya berkata,”Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau baik, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku.!”

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya.
Ia menunduk dan menangis.

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, dan sakit hati.
Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi buruk, mengecewakan dan menyakitkan, jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita.

1 orang yang bisa mencintai kekuranganmu jauh lebih berharga di bandingkan 100 orang yang hanya mencintaimu karna kelebihanmu.

Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
~ Ibrani 13:4 ~

~ Indahnya Berbagi Bersama Richwei ~

Kalajengking Dan Kura-Kura

Kisah Persahabatan KALAJENGKING dan KURA-KURA

Karena tak mampu berenang, seekor kalajengking suatu hari meminta kepada seekor kura-kura agar memberinya tumpangan di punggung untuk menyeberangi sungai.

“Apa kamu gila?” teriak kura-kura,
“Kamu akan menyengatku pada saat aku berenang dan aku akan tenggelam.”

Kalejengking itu tertawa sambil manjawab, Kura-kura yg baik, jika aku menyengatmu, kamu akan tenggelam dan aku akan ikut bersamamu. Kalo begitu, apa gunanya? Aku tak akan menyengatmu karna ini berarti
kematianku sendiri
!!”

Untuk beberapa saat, kura-kura itu berpikir tentang logika dari jawaban tersebut.
Akhirnya dia berkata,”Kamu benar… Naiklah!!”
Kalajengking itu naik ke punggung kura-kura tadi.

turtle and the scorpion, kura-kura dan kalajengking

Namun baru setengah jalan, dia menyengat kura-kura itu dengan sengit.
Sementara kura-kura mulai tenggelam perlahan-lahan menuju dasar sungai dengan kalajengking di atas punggungnya, dia mengerang dengan pedih,
“Kamu kan sudah berjanji, tapi sekarang kamu menyengatku! Mengapa? Sekarang kita sama-sama celaka.”

Kalajengking yang tenggelam itu menjawab dengan sedih,
“Aku tidak dapat menahan diri. Memang sudah tabiatku untuk menyengat.”

Pesan Moral,

Pelajari karakter seseorang sebelum menjadikannya sebagai kawan.
Peran yang dia mainkan akan mempengaruhi kehidupan anda!!
Ingatlah, Kawan bagaikan tombol lift, dapat membawa anda naik atau turun !!

“Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.”
~ Amsal 13:20 ~

“Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman.”
~ Amsal 14:16 ~

~ Indahnya Berbagi Bersama Richwei ~

Jangan Mengeluh

Anda tidak mengendalikan hidup ini.
Ketika anda menyadari ini,anda berhenti mengeluh.

Saya belajar sejak lama untuk tidak mengeluh, melainkan melihat masalah dengan cara lain. Anda selalu bisa memiliki sikap positif terhadap apa pun yg harus anda lakukan. Bahkan saya ingat Ajahn Chah menceritakan kisah seseorang yang suatu hari berjalan dalam hutan dan melihat sebuah lubang besar.

Di dasar lubang itu ada harta karun senilai jutaan.
Ia mencondongkan badannya dan berusaha mengambil harta itu, tapi lubangnya terlalu dalam. Ia mendoyongkan badannya dan menjulurkan tangannya, tapi masih saja ia tak mampu menjangkau harta itu.
Lalu ia mengeluh,“ lubangnya terlalu dalam, lubangnya terlalu dalam…”

Orang lain datang kesana dan bertanya,”ada apa?”

Orang pertama menjawab, “lihat,ada harta karun dibawah sana, tapi saya tak bisa menjangkaunya. Lubangnya terlalu dalam” lalu orang kedua berkata pada orang yang bodoh ini,”minggir, saya akan tunjukan padamu apa masalahnya.”
Ia mengambil sebatang galah. “Masalahnya bukan lubang jelek yang terlalu dalam, tapi tanganmu yang terlalu pendek!”
Ia menjulurkan galah ditangannya,mengambil harta itu, dan pergi.

jangan mengeluh, stop complaining

Pesan moral cerita itu adalah:
ketika anda mengeluh,”lubangnya terlalu dalam”, seringkali kita tidak melakukan apa pun untuk memperbaikinya. Kita hanya bersikap negatif.

Faktanya, lubang itu tidak pernah terlalu dalam, tangan kitalah yang terlalu pendek..
Anda selalu bisa mengulurkan lengan dengan bantuan galah.
Alih-alih mengeluh, kita selalu bisa melakukan sesuatu mengenainya.
Lebih baik menyalakan lilin ketimbang mengeluhkan kegelapan.

~ Indahnya Berbagi ~